EBTKE-- Target pangsa energi baru terbarukan ditetapkan dengan mempertimbangkan fakta bahwa Indonesia memiliki banyak sumber daya energi terbarukan, namun saat ini pemanfaatannya masih belum optimal. Padahal Indonesia memiliki hampir semua jenis energi baru dan terbarukan, yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Misalnya, energi panas bumi Indonesia diperkirakan Indonesia memiliki potensi 40 persen dari potensi panas bumi dunia sementara hingga kini pemanfaatannya baru mencapai 4,6 persen. Disamping itu, Indonesia juga memiliki potensi yang besar untuk tenaga air, angin dan energi surya. Sumber daya energi terbarukan potensial lainnya adalah bioenergi, karena Indonesia terletak di daerah tropis dengan kondisi baik untuk produk pertanian.
Berangkat dari kenyataan tersebut, maka pemerintah membidik target dalam bauran energi nasional ditingkatkan dari sekitar 5 persen pada 2011 menjadi 17 persen pada tahun 2025."Panas bumi, bioenergi, air, surya dan angin akan menjadi prioritas utama yang akan digunakan untuk dikembangkan menjadi energi baru terbarukan, sementara untuk energi nuklir, akan menjadi pilihan terakhir"kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Rida Mulyana dalam APEC - Peer Review On Low Carbon Energy Policies (PRLCE) Phase 2 di Jakarta, Senin, 13 Mei 2013.
Dia menjelaskan, mengingat fakta bahwa setiap energi terbarukan memiliki karakteristik yang berbeda disetiap jenisnya, pihaknya telah mengembangkan strategi melalui kebijakan segmentasi untuk setiap jenis energi baru terbarukan, yaitu untuk tenaga tenaga panas bumi dan hidro diarahkan untuk implementasi skala besar, dengan tujuan adalah untuk meningkatkan kapasitas dari pasokan listrik nasional sementara untuk mikrohidro dan surya dikembangkan dalam skala yang relatif kecil dan diarahkan untuk meningkatkan dan mempercepat akses listrik di daerah terpencil, pulau-pulau kecil dan daerah perbatasan.
Kemudian, lanjut Rida, bioenergi termasuk limbah pertanian dan sampah kota diimplementasikan untuk menyediakan listrik bersih serta meningkatkan kebersihan dilingkungan perkotaan, sedangkan untuk angin dan energi laut saat ini dalam tahap pembangunan. "Proyek percontohan telah dipromosikan oleh pemerintah dalam rangka mempersiapkan tahap komersialisasi,"tuturnya.
Sementara untuk energi baru terbarukan lain, seperti biofuel, coal bed methane dan shale gas, menurut dia, biofuel dalam dalam bentuk gas dan cairan diarahkan untuk substitusi bahan bakar berbasis minyak bumi, sedangkan untuk coal bed methane dan shale gas karena sejenis dengan minyak dan gas regulasi dan pemasaraannya tidak berbeda dari minyak dan gas bumi konvesional. "Tetapi pada hakikatnya sama yaitu untuk menjamin pasokan energi dan mengurangi beban subsidi pemerintah,"tegas pungkas Rida.(ferial)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
























