Potensi Energi Terbarukan Sulawesi Selatan

E-mail Print PDF
User Rating: / 0 PoorBest 
Addthis

MAKASSAR - Provinsi Sulawesi Selatan menyimpan potensi besar sumber energi terbarukan, diantaranya 19 titik potensi pembangkit listrik tenaga air (2.946,8 MW), 18 lokasi potensi pembangkit mini hidro (70,2 MW), 181 lokasi pembangkit listrik tenaga mikro hidro (7,66 MW), potensi panas bumi yang mencapai 371 MW, pembangkit tenaga angin skala kecil, energi surya, dan bioenergi. "Hasil inventarisasi yang dilakukan Dinas ESDM Sulsel menunjukkan potensi energi terbarukan yang relatif cukup besar sebagai sumber tenaga pembangkit listrik yang telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, baik PLTA, PLTM, PLTMH, PLTP, PLTB maupun sumber bionenergi," ungkap Kabid Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas ESDM Sulsel, Bustanuddin, pada acara Forum Komunikasi Kesekretariat Jenderal/Kehumasan Lintas Sektor yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional (DEN) di Makassar (30/10/2011).

Bustanuddin menjelaskan, dari potensi PLTA yang mencapai 2.946,8 MW, telah termanfaatkan sebesar 518 MW. Sementara untuk mini hidro telah termanfaatkan 10,6 MW dari potensi sebesar 70,2 MW, dan telah terpasang 63 unit PLTMH (kapasitas 1.897 kW) dari potensi sebesar 7.662,9 MW.

Untuk panas bumi, potensi sebesar 371 MW tersebar di 16 lokasi yang meliputi Limbong, Pararra, Pincara (Kabupaten Luwu Utara), Bituang dan Sangala/Makula (Kabupaten Tana Toraja), Sengkang dan Danau Tempe (Kabupaten Wajo), Sulili dan Lemosusu (Kabupaten Pinrang), Barru (Kabupaten Barru), Tacipi (Kabupaten Bone), Masepe (Kabupaten Sidrap), Lejja (Kabupaten Soppeng), Sinjai (Kabupaten Sinjai), Mallawa (Kabupaten Maros) serta Bisapu (Kabupaten Bantaeng), dimana rata-rata sumber daya yang dimiliki sekitar 25 Mwe (spekulatif).

Bustanuddin menjelaskan, secara umum untuk energi angin di Sulsel kecepatannya sedang berkisar 2-4 m/detik. Pada beberapa daerah tertentu seperti Takalar, Bulukumba, Sidrap dan Selayar kecepatan anginnya lebih dari 4 m/detik, sehingga cukup memadai untuk pembangkit listrik skala kecil yang sesuai dipasang di derah pedesaan.

Energi surya di Sulsel telah dimanfaatkan dalam bentuk Solar Home System (SHS). "Potensi energi surya yang telah dimanfaatkan untuk penerangan pada daerah pedesaan yang belum terjangkau listrik PLN kurang lebih 14.799 unit dengan kapasitas 10 Wp dan 50 Wp, sementara pembangkit listrik tenaga surya terpusat telah dibangun sebanyak 11 unit," terangnya.

Untuk bioenergi, pengembangannya di Sulsel sangat sesuai diaplikasikan karena didukung oleh ketersediaan lahan yang mencukupi untuk membudidayakan tanaman penghasil bioenergi seperti biodiesel (601.992 Ha), bioetanol (40.700 Ha), energi biogas (1.190.708 ekor), dan energi biobriket (1.000.966 ton). Tahun 2010, telah dibangun percontohan PLTBm dari tongkol jagung di Kecamatan Biring Bulu di Kabupaten Gowa dengan kapasitas 2x20 kW dengan sistem gasifikasi.(KO)


sumber : www.esdm.go.id

Add comment


Security code
Refresh