Thursday, 17 May 2012

Last update03:27:01 AM GMT

You are here:: Berita Perlu Keberpihakan Dalam Pengembangan EBT

Perlu Keberpihakan Dalam Pengembangan EBT

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 
Addthis

EBTKE-- Setelah menaikan harga jual listrik berbasis biomassa, biogas dan sampah kota, pemerintah mengkaji kembali harga jual listrik dari jenis energi baru terbarukan lain seperti angin, surya, panas bumi dan mikro hidro. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kardaya Warnika mengatakan rencananya pemerintah akan menetapkan harga jual fix untuk listrik dari energi baru terbarukan.

"Kami sedang mereview tarif listrik energi baru terbarukan lainnya coming soon panas bumi, rencananya  nanti semua harga jual listrik dari energi baru terbarukan fix, tidak renegosiable, kecuali harganya diatas itu"ujar dia di Jakarta, Kamis 16 Februari 2012.

Menurut dia, dalam mengembangkan energi baru terbarukan Indonesia sudah sangat tertinggal dari negara-negara lain contohnya China dimana perkembangan pembangkit listrik tenaga anginnya (PLTB) sangat pesat bahkan kapasitas terpasangnya lebih besar dibandingkan kapasitas listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero)."Kita bukannya tidak jalan, tapi sudah sangat terlambat negara lain sudah mencuri start,"ungkap Kardaya.

Melihat kondisi seperti ini, lanjut Kardaya, guna mendorong pengembangan energi baru terbarukan Indonesia harus mengejar dan ini juga perlu dukungan dan keberpihakan dari semua pihak baik pemerintah, stake holder maupun masyarakat."Harus ada keberpihakan untuk energi baru terbarukan karena ini untuk masa depan, energi terbarukan diminta menggantikan minyak fosil, tetapi justru BBM yang masih disubsidi,"kata Kardaya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi biomassa sangat besar mengingat pertumbuhan industri kelapa sawit di tanah air mengalami perkembangan yang pesat."Kita lihat dari Sumatera paling ujung sana, Aceh sampai Lampung banyak kelapa sawit, belum lagi di Kalimantan dan Papua itu kadar kalorinya tinggi untuk bisa dijadikan bahan bakar listrik,"tandasnya. Dengan potensi sebesar ini, katanya, pihaknya menargetkan  sampah cangkang tersebut dapat dikembangkan menjadi listrik lebih dari ratusan unit.

Tidak hanya sekedar untuk keperluan pembangkit listrik, sampah cangkang itu juga memiliki dampak sosial lain seperti mendorong penyerapan tenaga kerja karena cangkang-cangkang tersebut dikumpulkan dengan tenaga manusia bukan mesin."Dampak lain, dapat meningkatkan rasio elektrifikasi,"pungkasnya. (ferial)

Add comment


Security code
Refresh

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2503
mod_vvisit_counterYesterday1900
mod_vvisit_counterThis week9811
mod_vvisit_counterLast week11964
mod_vvisit_counterThis month30987
mod_vvisit_counterLast month56685
mod_vvisit_counterAll days1751646

Tahukah Anda

Lahirnya Ditjen EBTKE Langkah Penting Bangsa
JAKARTA. Lahirnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM merupakan langkah penting bagi bangsa dalam upaya percepatan pengembangan energi baru, terbarukan dan konservasi energi di Indonesia. 

“Peristiwa hari ini adalah peristiwa yang menandai langkah penting bagi Indonesia, langkah penting bagi sektor ESDM. Energi ke depan adalah energi yang baru dan terbarukan, tapi sejak sekarang kita bisa memulainya dengan ..selengkapnya