EBTKE—Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka acara Presentasi Kebijakan dan Program Tahun 2013 di lingkungan Kementerian ESDM, Selasa 21 Februari 2012. Hadir dalam kesempatan tersebut, para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian ESDM, Dewan Energi Nasional (DEN), Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) serta Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).
Dalam sambutannya, Menteri ESDM Jero Wacik yang dalam kesempatan ini dibacakan oleh Wamen ESDM mengatakan dengan dilaksanakannya acara tersebut diharapkan dapat menghasilkan perencanaan yang sinergis antar unit di lingkungan Kementerian ESDM serta dapat menghasilkan program dan kebijakan yang mendukung prioritas nasional serta telah mendapatkan masukan dari stakeholder
Dia mengemukakan, isu strategis nasional tahun 2013 adalah percepatan pembangunan infrastruktur, meningkatnya pembangunan industri di berbagai koridor ekonomi, membaiknya iklim investasi dan usaha (ease of doing bussiness), penciptaan kesempatan kerja khususnya tenaga kerja muda dan percepatan pengurangan kemiskinan. “Selain itu, perbaikan akses pelayanan dasar seperti tuntasnya rehab gedung SD/SMP, ketahanan pangan menuju pencapaian surplus beras 10 juta ton, membaiknya kinerja birokrasi dan pemberantasan korupsi serta persiapan Pemilu 2014,”paparnya.
Lebih lanjut Jero mengingatkan, agar program kerja ESDM dapat diselaraskan dengan isu strategis dan pembangunan nasional pada tahun 2013, di samping tetap berpedoman pada RPJM dan Renstra KESDM. Dikatakannya, Kementerian Keuangan dan Bappenas telah memberikan ruang gerak yang lebih fleksibel dengan memberikan kesempatan kepada semua kementerian atau lembaga untuk menyusun kegiatan baru yang belum tertampung dalam RPJM maupun Renstra dalam bentuk new initiative.
Usulan baseline KESDM tahun 2013 sebesar Rp 22, 3 triliun, di samping new initiative Rp 12,8 triliun yang umumnya mendukung prioritas energi. Sehingga total usulan anggaran 2013 sebesar Rp 35,1 triliun. Jika unit-unit ESDM memiliki program kerja yang belum tertampung dan kegiatan tersebut sesuai dengan prioritas pembangunan nasional, Jero meminta agar dapat segera disusun proposal dan diajukan kepada Bappenas dan Kementerian Keuangan.
”Kami harapkan Kemenkeu dan Kappenas tetap memberikan kelonggaran waktu atas penyampaian new initiative itu,” tambah dia.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) ESDM Waryono Karno dalam laporannya menjelaskan, acara presentasi ini bertujuan menyusun program kerja, kebijakan Kementerian ESDM 2013 berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Rencana Strategis (Renstra) dan arahan-arahan pimpinan negara serta mensinergikan usulan serta kebijakan unit eselon I sehingga kegiatan antar unit dapat saling mendukung. “Dan sekaligus kita “sisir” untuk menghindari terjadinya tumpang tindih program-program di lingkungan Kementerian ESDM, menjaring isu-isu strategis yang masuk dalam hot issues yang diusulkan sebagai suatu kegiatan baru atau yang dikenal dengan new initiative,” paparnya.
Peran ESDM dalam pembangunan nasional, lanjutnya, sangat strategis dan penting. Program pemerintah tentang energi masuk dalam program prioritas. Namun di sisi lain, pengembangan energi menghadapi masalah krusial yaitu kurangnya infrastruktur energi. Oleh karena itu, untuk tahun 2013, Kementerian ESDM akan melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan percepatan sarana dan prasarana bidang migas dan minerba.
“Karena terbatasnya akses ini, potensi gas harus di ekspor. Padahal di sini lain, kebutuhan dalam negeri sudah sangat mendesak,” tambah Waryono.
Sekjen juga meminta dukungan Kementerian Keuangan dan Bappenas agar rencana untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ini dapat terlaksana dengan baik. (ferial)
Presentasi Kebijakan KESDM















