Indonesia Berpotensi Menjadi Nett Importir Energi

E-mail Print PDF
User Rating: / 0 PoorBest 
Addthis

EBTKE-- Indonesia pada tahun 2019 dikhawatirkan akan menjadi negara nett importir energi jika masih mengandalkan energi fosil.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kardaya Warnika mengatakan dewasa ini kebutuhan energi Indonesia jika diukur dengan minyak sebesar 3,8 juta barel perhari (bph) dimana 95 persen masih didominasi oleh energi fosil. "Energi fosil itu didominasi oleh minyak, padahal saat ini kita sudah nett importir minyak, jika terus mengandalkan cadangan yang sudah ada, maka diperkirakan 2019 bisa menjadi nett importir energi,"kata Kardaya Dalam Dialog TVRI bertajuk Pengembangan Panas Bumi, Kamis malam 26 Juli 2012.

Dengan kondisi seperti ini, sambungnya, hanya ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu menghemat penggunaan energi mengingat Indonesia terkenal sebagai negara yang boros dalam penggunaan energi, cara kedua dengan memanfaatkan energi baru terbarukan. "Kalau kita mau selamat gunakan energi baru terbarukan, ketahanan energi harus kita jaga dan tingkatkan, harus all out, baru jadi nett importir minyak saja sudah kelabakan, apalagi jadi nett importir energi,"tegas Kardaya.

Menurut dia, salah satu jenis energi baru terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah panas bumi namun sangat disayangkan dari potensi sebesar 29000 Megawatt (MW) namun pemanfaatannya baru mencapai 4,2 persen atau setara dengan 1.231 MW. "Selama ini masyarakat kita terlalu dimanjakan dengan subsidi BBM, sehingga tidak sadar kalau ada energi lain,"paparnya.

Terkait dengan pengembangan panas bumi, Presiden Direktur PT Geo Dipa energi Praktimia Semiawan menjelaskan dengan dibentuknya Geo Dipa energi sebagai badan usaha milik negara (BUMN) panas bumi membuktikan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan energi baru terbarukan. "Saat ini kami mengembangkan wilayah kerja panas bumi di Dieng dan Patuha dengan kapasitas masing-masing 165 MW, diharapkan pada 2017 akan bisa mensuplai 330 MW listrik panas bumi"ujar dia.

Presiden Direktur Pertamina Geothermal Energy (PGE) Slamet Riyadhi menuturkan dalam upaya mendukung pemerintah dalam mendorong panas bumi, selain wilayah kerja yang sudah existing, saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan di delapan daerah."Saat ini kami  tengah mengembangkan di delapan daerah eksplorasi dan pengembangannya kira-kira 15 unit bisa tingkatkan kapasitas terpasangnya,"pungkasnya. (ferial)

 

 

Add comment


Security code
Refresh