Thursday, 17 May 2012

Last update03:27:01 AM GMT

You are here:: Energi Energi Baru Hidrogen Harga Hidrogen Bisa Lebih Murah Dari Premium

Harga Hidrogen Bisa Lebih Murah Dari Premium

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 
Addthis

EBTKE-- Hidrogen merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar dan merupakan unsur kimia yang teringan di dunia. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non logam, bervalensi tunggal. Gas hidgrogen biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana melalui steam reforming. Gas hidrogen juga dapat dihasilkan dari air melalui proses elektrolisis, namun proses ini secara komersial lebih mahal daripada produksi hidrogendari gas alam.

Saat ini telah dikembangkan juga produksi hidrogen dari gasifikasi batubara, gas hidrogen selain digunakan untuk bahan baku di industri kimia, juga dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi dan fuel cell. Energi  hidrogen merupakan sumber energi bersih, terbilang senyawa yang tidak begitu berbahaya, karena dengan kemampuannya yang cepat menguap di udara, reaksi pembakarannya relatif lebih lambat dibandingkan bensin, tetapi yang paling menarika adalah bahan bakar hidrogen sama sekali tidak memberi kontribusi terhadap efek rumah kaca.

Pengembangan energi hidrogen dapat dilakukan menggunakan teknologi gasifikasi batubara, mengingat cadangan batubara Indonesia sangatlah berlimpah dan sebagian besar merupakan batubara kualitas rendah. Sehingga  untuk memanfaatkan dan juga mengoptimalkan pemanfaatan batubara tersebut perlu dikembangkan suatu teknologi yang bersih atau biasa disebut clean coal technology melalui proses gasifikasi batubara.

Di indonesia sendiri, pengembangan teknologi gasifikasi batubara untuk memproduksi bahan bakar gas hidrogen perlu dikembangkan, karena bahan bakar hidrogen merupakan bahan bakar bersih yang ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi gas CO2, mengingat pada tahun 2025 diharapkan akan memberikan kontribusi sebesar 0,21 persen dalam bauran energi nasional atau setara dengan enam juta setara barel minyak (SBM).

Bila dalam implementasinya diperuntukan untuk bahan bakar transportasi, maka perlu dibangun plant dengan total kapasitas produksi sekitar 257.000 ton gas H2. Sedangkan menurut peneliti Puslit Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), gambaran harga hidrogen saat ini dalam skala produksi US$3,5 per kilogram. “Untuk satu kilogram hidrogen sama dengan empat liter bensin,”katanya.

Namun dalam perkembangannya harga akan diturunkan menjadi US$1,5, artinya harga hidrogen tidak sampai US$1 seperti harga premium saat ini di pasar Internasional. Teknologi gasifikasi untuk produksi bahan bahan bakar gas hidrogen pada tahun 2025 diharapkan akan memberikan kontribusi sebesar 0,21% dalam bauran energi nasional, dengan demikian dalam impelemntasinya perlu dibangun plant dengan total kapasitas produksi rata-rata 17.133,3 ton pertahun dan memberikan dampak positif terhadap pengurangan emisi rata-rata 299.953,2 ton CO2 per tahun. Sedangkan dampak positif pada aspek sosial ekonomi adalah tersedianya lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

Pendanaan pemangunan industri teknologi gasifikasi untuk produksi bahan bakar gas disamping berasal dari pemerintah , sangat diharapkan juga peran swasta maupun koperasi. Pemerintah berkontribusi secara tidak langsung dengan memberikan subsidi tarif dan kredit investasi yang ditetapkan melalui feed in tariff dan insentif pendanaan. Sedangkan pihak swasta ataupun koperasi diharapkan dapat menyediakan modal secara langsung untuk membiayai pembangunan industri teknologi gasifikasi untuk produksi gas hidrogen tersebut dengan total investasi yang dibutuhkan sekitar  228,2 juta USD pertahun.

Namun, untuk berinvestasi di bidang hidrogen bukanlah perkara mudah, ada kendala dan tantangan yang harus dihadapi, diantaranya belum ada regulasi dan standarisasi dalam pemanfaatan gas hidrogen terutama untuk transportasi, kemudian belum ada identifikasi dan akses yang layak untuk pengembangan energi hidrogen di sektor transportasi. Tantangan lain, meskipun merupakan bahan bakar bersih, tetapi biaya produksinya masih tinggi serta memerlukan investasi yang tinggu untuk infrastruktur baru.

Selain itu, produksi bahan bakar hidrogen dari teknologi gasifikasi batubara memerlukan investasi yang besar dalam pembangunannya, belum ada kajian dan arahan dari pemerintah untuk menggunakan gas hidrogen sebagai pengganti  bahan  bakar minyak (BBM), cara penyimpanan gas hidrogen membutuhkan konstruksi tangki bahan baakr yang berbeda dengan mobil biasa, dan cara penyimpanan hidrogen cair juga bisa dibilang kompleks sebab konstruksi tangki tidak hanya harus tahan bocor tetapi juga mampu menjaga agar hidrogen tetap dalam kondisi cair pada suhu -253 derajat Celcius. Untuk menjaga suhu rendah yang bisa membekukan air ini, diperlukan sistem pendukung yang praktis dan efisien yang saat ini juga perlu untuk dikembangkan. (ferial)

sumber : Buku Peluang Investasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi

Add comment


Security code
Refresh

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2512
mod_vvisit_counterYesterday1900
mod_vvisit_counterThis week9820
mod_vvisit_counterLast week11964
mod_vvisit_counterThis month30996
mod_vvisit_counterLast month56685
mod_vvisit_counterAll days1751655

Tahukah Anda

Lahirnya Ditjen EBTKE Langkah Penting Bangsa
JAKARTA. Lahirnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM merupakan langkah penting bagi bangsa dalam upaya percepatan pengembangan energi baru, terbarukan dan konservasi energi di Indonesia. 

“Peristiwa hari ini adalah peristiwa yang menandai langkah penting bagi Indonesia, langkah penting bagi sektor ESDM. Energi ke depan adalah energi yang baru dan terbarukan, tapi sejak sekarang kita bisa memulainya dengan ..selengkapnya