Thursday, 17 May 2012

Last update03:27:01 AM GMT

You are here:: Energi Energi Baru Nuklir Idealnya Pembangunan PLTN Pertahun Satu Unit

Idealnya Pembangunan PLTN Pertahun Satu Unit

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 
Addthis

EBTKE-- President Woman In Nuclear (WIN) Indonesia Tri Murni Soedyartomo mengatakan pemerintah seharusnya bisa membangun satu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berkapasitas 1000 Megawatt (MW) per tahun jika ingin mendapat ketahanan energi hingga 2050. Kebutuhan energi di 2050 sendiri diperkirakan Tri mencapai 200 Gigawatt (GW) atau 200.000 MW.

"Di 2050, perkiraan pesimis saya, kita butuh energi sekitar 200 GW di mana 80 GW didapat dari renewable energy seperti surya, angin, mikrohidro, dan sebagainya, sementara 80 GW lagi dipenuhi dari energi fosil. Sehingga kekurangan 40 GW bisa dipenuhi dari nuklir," ucapnya di sela seminar Internasional bertema Improving The Quality Of Human Resource In Nuclear Power di Gedung The Energy, Senin 16 Januari 2012.

"Dari 2012 sampai 2015 kan ada 38 tahun, jadi satu tahunnya setidaknya pemerintah butuh bangun satu PLTN," tambahnya.

Meski demikian, diakui Tri dibutuhkan waktu yang lama untuk bisa mewujudkan satu PLTN saja. Hal itu mengingat belum adanya dukungan konkrit pemerintah baik dari sosialisasi maupun regulasi.

"Tapi intinya semua itu bisa dimulai dari sekarang," katanya.

WIN sendiri merupakan NGO yang menurut Tri sangat pro pemerintah, pro nuklir, non profit, dan non politik. WIN berisi para profesional terkait nuklir dengan keanggotaan sekitar 80 negara dengan 3 juta anggota. WIN Indonesia terbentuk sejak 2006 dan terus mensosialisasi pentingnya nuklir bagi ketahanan energi bangsa. Anggota WIN Indonesia berjumlah sekitar 200 orang profesional.

Lebih lanjut, perlunya pengembangan nuklir menurut Tri tidak hanya sekadar pemenuhan energi tapi juga bagi kesehatan, pangan, bahkan lingkungan. "Tentu saja jika dilakukan dengan cara yang benar," pungkasnya.

Sebelumnya Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Herman Agustiawan memperkirakan Indonesia baru bisa memiliki PLTN hingga 1.000 MW pada 2019. Itu pun jika aturan Kebijakan Energi Nasional selesai disahkan Presiden awal tahun 2012 ini.

Selain itu, menurut Herman, pembangunan PLTN pun tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba melainkan butuh 10-15 tahun. (ferial)

Add comment


Security code
Refresh

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2515
mod_vvisit_counterYesterday1900
mod_vvisit_counterThis week9823
mod_vvisit_counterLast week11964
mod_vvisit_counterThis month30999
mod_vvisit_counterLast month56685
mod_vvisit_counterAll days1751658

Tahukah Anda

Lahirnya Ditjen EBTKE Langkah Penting Bangsa
JAKARTA. Lahirnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM merupakan langkah penting bagi bangsa dalam upaya percepatan pengembangan energi baru, terbarukan dan konservasi energi di Indonesia. 

“Peristiwa hari ini adalah peristiwa yang menandai langkah penting bagi Indonesia, langkah penting bagi sektor ESDM. Energi ke depan adalah energi yang baru dan terbarukan, tapi sejak sekarang kita bisa memulainya dengan ..selengkapnya