EBTKE-- President Woman In Nuclear (WIN) Indonesia Tri Murni Soedyartomo mengatakan pemerintah seharusnya bisa membangun satu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berkapasitas 1000 Megawatt (MW) per tahun jika ingin mendapat ketahanan energi hingga 2050. Kebutuhan energi di 2050 sendiri diperkirakan Tri mencapai 200 Gigawatt (GW) atau 200.000 MW.
"Di 2050, perkiraan pesimis saya, kita butuh energi sekitar 200 GW di mana 80 GW didapat dari renewable energy seperti surya, angin, mikrohidro, dan sebagainya, sementara 80 GW lagi dipenuhi dari energi fosil. Sehingga kekurangan 40 GW bisa dipenuhi dari nuklir," ucapnya di sela seminar Internasional bertema Improving The Quality Of Human Resource In Nuclear Power di Gedung The Energy, Senin 16 Januari 2012.
"Dari 2012 sampai 2015 kan ada 38 tahun, jadi satu tahunnya setidaknya pemerintah butuh bangun satu PLTN," tambahnya.
Meski demikian, diakui Tri dibutuhkan waktu yang lama untuk bisa mewujudkan satu PLTN saja. Hal itu mengingat belum adanya dukungan konkrit pemerintah baik dari sosialisasi maupun regulasi.
"Tapi intinya semua itu bisa dimulai dari sekarang," katanya.
WIN sendiri merupakan NGO yang menurut Tri sangat pro pemerintah, pro nuklir, non profit, dan non politik. WIN berisi para profesional terkait nuklir dengan keanggotaan sekitar 80 negara dengan 3 juta anggota. WIN Indonesia terbentuk sejak 2006 dan terus mensosialisasi pentingnya nuklir bagi ketahanan energi bangsa. Anggota WIN Indonesia berjumlah sekitar 200 orang profesional.
Lebih lanjut, perlunya pengembangan nuklir menurut Tri tidak hanya sekadar pemenuhan energi tapi juga bagi kesehatan, pangan, bahkan lingkungan. "Tentu saja jika dilakukan dengan cara yang benar," pungkasnya.
Sebelumnya Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Herman Agustiawan memperkirakan Indonesia baru bisa memiliki PLTN hingga 1.000 MW pada 2019. Itu pun jika aturan Kebijakan Energi Nasional selesai disahkan Presiden awal tahun 2012 ini.
Selain itu, menurut Herman, pembangunan PLTN pun tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba melainkan butuh 10-15 tahun. (ferial)















