EBTKE-- PT Pertamina (persero) meningkatkan penggunaan fatty acid methyl ester (FAME) pada produk biosolar dari 5 persen menjadi 7,5 persen sebagai wujud kontribusi meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan.
Vice President Corporate Coomunication Pertamina, Mochamad Harun mengatakan peningkatan tersebut terhitung 15 Februari 2012."Terhitung sejak 15 Februari kami telah meningkatkan penggunaan FAME pada produk Biosolar dari semula 5 persen menjadi 7,5 persen. Langkah ini merupakan bentuk kepatuhan Pertamina terhadap kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan Bahan Bakar Nabati yang sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional untuk meningkatkan porsi penggunaan energi baru terbarukan," ujar dia melalui Siaran pers nya di Jakarta, Rabu 22 Februari 2012.
Menurut dia, dalam menentukan pemasok FAME perseroan mengutamakan pemasok FAME nasional yang memanfaatkan sumber daya domestik sehingga secara tidak langsung ikut berperan dalam mendukung tumbuhnya industri produsen FAME dan membuka lapangan kerja. Disisi lain, lanjut Harun, dengan pengingkatan penggunaan FAME tersebut juga menjadi angin segar bagi industri hilir terkait.
Peningkatan pemanfaatan FAME pada Biosolar dari 5 persen menjadi 7,5 persen telah melampaui ketentuan yang ditetapkan pemerintah, sebagaimana terlampir dalam Permen ESDM No.32/2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan Dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain. Berdasarkan Permen ESDM, mandatory atau kewajiban badan usaha untuk melakukan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) ke dalam BBM sebanyak 2,5 persen untuk BBM transportasi bersubsidi.
Kuota BBN jenis biodiesel dalam APBN 2012 ditetapkan sebesar 722.000 kiloliter.Di sisi lain, dengan peningkatan penggunaan FAME juga menjadi angin segar bagi industri hilir terkait. (ferial)















