Thursday, 17 May 2012

Last update03:27:01 AM GMT

You are here:: Energi Energi Terbarukan Panas Bumi 43 Pembangkit Panas Bumi Masuk Proyek Percepatan 10000 MW Tahap Kedua

43 Pembangkit Panas Bumi Masuk Proyek Percepatan 10000 MW Tahap Kedua

E-mail Print PDF
Addthis

EBTKE--Empat puluh tiga proyek pembangkit listrik panas bumi (PLTP) dengan kapasitas 3967 Megawatt (MW) siap kembangkan dalam rangka proyek percepatan 10000 MW tahap kedua sampai 2014, sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No.15/2010.

Berdasarkan data yang dikutip dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM disebutkan 43 pembangkit tersebut tersebar dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga Maluku Utara.

PLTP yang rencananya akan dikembangkan di pulau Sumatera yaitu PLTP Seulawah Agam dan Jaboi di NAD dengan kapasitas masing-masing 1x55 MW dan 1x7 MW, wilayah lain di Sumatera Utara yaitu PLTP Sarulla 1 (3x110 MW),Sarulla 2 (2x55 MW), dan Sorik Merapi (1x55 MW). Sedangkan untuk di wilayah Sumatera Barat PLTP Muaralaboh (2x110 MW), Sumatera Selatan PLTP Mulut Balai dan Rantau Dadap dengan kapasitas masing-masing 4x55 MW dan 2x110 MW, kemudian PLTP Sungai Penuh di Jambi dengan kapasitas yang direncanakan 2x55 MW. Selain itu, PLTP Hululais di Bengkulu (2x55 MW), PLTP Rajabasa di Lampung (2x110 MW), Ulubelu 3 dan 4 (2x55 MW).

Sementara untuk di Pulau Jawa, terbagi masing-masing di Jawa Barat yaitu PLTP Rawa Dano, Banten (1x110 MW), PLTP Tangkuban Perahun I (2x55 MW), PLTP Kamojang 5 dan 6 dengan kapasitas masing-masing 1x40 MW dan 1x60 MW, PLTP Cibuni (1x10 MW), PLTP Cisolok -Sukarame (1x50 MW), PLTP Darajat (2x55 MW), PLTP Karaha Bodas, dengan kapasitas masing-masing 1x30 MW dan 2x55 MW, PLTP Patuha (3x60 MW), PLTP Salak (1x40 MW), PLTP Tanpomas (1x45 MW), PLTP Tangkuban Perahu II (2x30 MW), PLTP Wayang Windu (2x120 MW), sedangkan di Provinsi Jawa Tengah diantaranya PLTP Batu Raden (2x110 MW), PLTP Dieng dengan kapasitas masing-masing 1x55 MW dan 1x60 MW, PLTP Guci (1x55 MW), dan PLTP Ungaran (1x55 MW). Bukan hanya di Jawa Barat dan Jawa Tengah, PLTP juga akan dikembangkan di Jawa Timur diantaranya PLTP Ijen (2x55 MW), Iyang Argopuro (1x55 MW) serta PLTP Wilis/Ngebel (3x55 MW).

Di luar Jawa wilayah yang akan dikembangkan PLTP diantaranya Sulawesi Utara yaitu PLTP Lahendong 5 dan 6 (2x20 MW), Kotamobagu 1 dan 2 (2x20 MW) serta Kotamobagu 3 dan 4 (2x20 MW), sementara di Sulawesi Tengah ada PLTP Bora (1x5 MW), PLTP Merana/Masaingi (2x10 MW). Provinsi lain, Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu PLTP Huu (2x10 MW), PLTP Sembalun (2x10 MW), PLTP Atadei (2x2,5 MW) dan PLTP Sukoria (2x2,5 MW) di Nusa Tenggara Timur (NTT), PLTP Tulehu (2x10 MW) di Maluku dan PLTP Jailolo serta Songa Wyaua di Maluku Utara dengan kapasitas masing-masing 2x5 dan 1x5 MW. (ferial)

Add comment


Security code
Refresh

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2530
mod_vvisit_counterYesterday1900
mod_vvisit_counterThis week9838
mod_vvisit_counterLast week11964
mod_vvisit_counterThis month31014
mod_vvisit_counterLast month56685
mod_vvisit_counterAll days1751673

Tahukah Anda

Lahirnya Ditjen EBTKE Langkah Penting Bangsa
JAKARTA. Lahirnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM merupakan langkah penting bagi bangsa dalam upaya percepatan pengembangan energi baru, terbarukan dan konservasi energi di Indonesia. 

“Peristiwa hari ini adalah peristiwa yang menandai langkah penting bagi Indonesia, langkah penting bagi sektor ESDM. Energi ke depan adalah energi yang baru dan terbarukan, tapi sejak sekarang kita bisa memulainya dengan ..selengkapnya