Sosialisasi Gerakan Penghematan Energi

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0 JelekBagus 
Addthis

EBTKE—Sebagai tindak lanjut pidato Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono terkait Gerakan Nasional Penghematan BBM dan Listrik, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan acara sosialisasi yang diperuntukkan bagi para para Pejabat dilingkungan Kementerian ESDM, Sekretaris Jenderal dan Sekretaris Menteri Kementerian dan lembaga negara serta Kepala Pemerintahan non Kementerian dan Sekretaris perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Diselenggarakannya sosialisasi kepada para Sekjen, Sestama, Sesmen dan Sekda dari seluruh Indonesia adalah untuk menjelaskan kebijakan pemerintah dalam rangka melaksanakan Gerakan Nasional Penghematan BBM dan Listrik,” ujar Menteri Energi Dan Sumber daya Mineral, Jero Wacik dalam pembukaan acara Sosialisasi Penghematan BBM, Listrik, Manajemen Energi dan Air Tanah di Gedung Kementerian ESDM, Rabu sore 30 Mei 2012.

Jero mengungkapkan, dalam pidato nya Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selasa malam, menegaskan jika program gerakan na sional ini tidak sukses maka akan rugi kita dan rakyat akan menanggung kerugian, namun sebaliknya, jika gerakan ini berhasil maka kita semua yang akan beruntung. “Gerakan ini muncul karena rencana kenaikan BBM pada 1 April lalu tidak tercapai, sementara postur APBN sudah dibuat dengan asumsi harga BBM mengalami kenaikan,”katanya.

Selain melalui penghematan, sambung Jero, pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan penerimaan melalui peningkatan pendapatan pajak, dan penerima negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambahangan dan minyak gas.

Istana negara mulai Rabu malam ini, lanjutnya, akan mulai mematikan sebagian lampu-lampu taman yang tidak perlu, dan lampu ruangan akan mulai dichek mana saja yang perlu hidup dan yang tidak perlu hidup, disitu kelihatan niat, jadi saya mengajak saudara-saudara untuk menumbuhkan niat untuk mulai melakukan penghematan.

"Para Menteri dan sekjen harus memelopori penghematan ini, niatnya harus keras, inilah cara kita untuk menanggulangi situasi yang sekarang, saudara-saudar tanggal 1 sebentar lagi, sticker harus dipasang besok, lusa mulai di cek diparkiran, apa ada mobil pegawai negeri sipil (PNS) yang belum dipasangi sticker" tegasnya.

Menteri menjelaskan, yang dinamakan hemat, adalah menyalakan lampu saat diperlukan dan mematikannya saat tidak diperlukan. pengehamatan itu bukan untuk memelaratkan hidup namun menggunakannya seefisien mungkin.

Gerakan Nasional Pengehematan BBM dan Listrik meliputi lima langkah yaitu, pengendalian sistem distribusi di setiap SPBU, pengendalian ini kita lakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, pelarangan BBM bersubsidi bagi mobil pemerintah, BUMN, dan BUMD, ketiga, pelarangan penggunaan BBM Bersubsdi bagi kendaraan perkebunan dan pertambangan, keempat, konversi BBM ke BBG untuk transportasi dan yang terakhir penghematan penggunaan listrik dan air di kantor-kantor Pemerintah, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD serta penghematan penerangan jalan-jalan.(ferial)

 

Add comment


Security code
Refresh