Penandatangan Nota Kesepahaman Ditjen EBTKE- Pemprov Sumatera Barat

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0 JelekBagus 
Addthis

EBTKE--Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Percepatan Pengembangan Energi Baru Terbarukan Dalam Mendukung Sumatera Barat Sebagai Lumbung Energi Hijau. Penandatangan MoU ini dilakukan oleh Direktur Jenderal EBTKE melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno di Kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Selasa, 07 Mei 2013. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Percepatan EBTKE dan Konversi BBM ke BBG, I Gusti Nyoman Wiratmadja, Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM Sumatera Barat dan seluruh eselon dua dilingkungan Ditjen EBTKE.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilatarbelakangi diantaranya karena perekonomian Sumatera Barat yang tumbuh dengan signifikan dan perlu di dukung dengan penyediaan energi yang mencukupi khususnya dari sumber energi setempat yang bersih dan ramah lingkungan. Disamping itu, potensi sumber energi baru, terbarukan yang berlimpah di Sumatera Barat, merupakan peluang yang harus dioptimalkan melalui pemanfaatan seluas-luasnya.

Sementara  tujuan dan maksud dari tujuan nota kesepahaman ini dimaksudkan untuk memberikan landasan kebijakan dan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan dalam upaya mendukung Sumatera Barat sebagai lumbung energi hijau. Adapun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan energi di Provinsi Sumatera Barat melalui penyediaan energi setempat.

Dalam sambutannya Dirjen EBTKE mengatakan dengan ditekennya nota kesepahaman ini diharapkan dapat mendorong Provinsi lain untuk melakukan serupa dengan yang dilakukan Ditjen EBTKE. "Semoga akan menjadi trigger bagi daerah lain,"kata dia.

Pada kesmepatan yang Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengungkapkan penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan harapan besar untuk pengembangan energi baru terbarukan di tanah Minang meningat walaupun memiliki potensi energi baru terbarukan yang cukup besar namun selama ini pengembangannya masih belum optimal."Kita punya potensi tetapi tidak memiliki kemampuan dengan MoU ini diharapkan bisa mengembangkan potensi yang ada, sementara KESDM memiliki kemampuan ilmu, tekhnologi, networking, kebijakan, bahkan mendatangkan investor, dengan kerjasama ini diharapkan pengembangannya lebih optimal,"pungkas Irwan.(ferial)

Add comment


Security code
Refresh