Kegiatan EBTKE

  • Pembukaan APCRES 2013 Nusa Dua Bali

    E-mail Print PDF

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada hari Senin (30/9), meresmikan Asia Pacific Conference and Clean, Renewable and Sustainable Use of Energy (APCRES) di Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali. Penyelenggaraan APCRES yang berlangsung pada tanggal 30 September 2013 s.d. 2 Oktober 2013 ini merupakan bagian dari rangkaian acara pertemuan tingkat tinggi APEC di mana Indonesia sebagai Ketua pada  tahun 2013. APCRES akan membahas mengenai pengembangan energi bersih yang berkelanjutan, dan juga akan dilakukan pembahasan mengenai berbagai upaya dan strategi untuk pengembangan terbarukan dan konservasi energi. Hasil pelaksanaan APCRES akan menjadi butir-butir penting dalam APEC Joint Ministerial Statement dan Leaders Statement, dan dokumen Outcome APCRES akan menjadi Annex dari Joint Ministerial Statement.

    Acara ini diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM bersama dengan Kementerian Luar Negeri, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), APEC Energy Working Group serta dengan dukungan KADIN dan ABAC dan berbagai organisasi bidang energi terbarukan dan konservasi energi dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan di Kawasan Asia Pasific khususnya di sektor energi terbarukan dan konservasi energi.

    Perkembangan EBTKE di Indonesia masih tergolong lambat walaupun peranannya dalam bauran energi nasional sudah lama dirasakan kebutuhannya. Padahal potensinya cukup besar, namun pemanfaatannya belum optimal. Berbagai kebijakan yang mendukung telah dikeluarkan untuk mendorong pengembangan energi terbarukan, akan tetapi hal ini masih belum maksimal. Seperti diketahui, 60% (enam puluh persen) APEC Economies merupakan net energy importer, sedangkan kebutuhan terhadap energi masih tergolong sangat tinggi. Situasi tersebut adalah merupakan suatu tantangan bagi para APEC Economies untuk mengatur kebutuhan energi secara seimbang yang dapat meningkatkan Kedaulatan Energi, Ketahanan Energi dan Kemandirian Energi.

    Tujuan dari APEC di sektor energi adalah setiap negara anggota dapat melakukan kontribusi secara maksimal di sektor energi yang diperuntukan untuk pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat, akan tetapi tetap ramah lingkungan dalam penggunaannya. Kunci dari itu semua adalah setiap negara diharuskan mengembangkan teknologi energi terbarukan dan menerapkan konservasi energi. Berdasarkan data statistik dari IEA pada tahun 2010, pengembangan energi terbarukan hanya mencapai 9% dari total penyediaan energi primer. Konsumsi energi yang dilaksanakan oleh APEC Economies dapat dikatakan masih sangat bergantung dengan energi fosil.

    Di lain pihak, Indonesia mempunyai potensi energi terbarukan yang sangat besar seperti potensi Hydro sekitar 75 GW, potensi Panas Bumi 29 GW, dan potensi energi terbarukan yang lain juga sangat besar seperti bioenergi dengan estimasi potensi sekitar 49 GW. Dengan potensi yang besar tersebut, Indonesia berekspektasi akan memberikan kontribusi yang besar untuk Kawasan APEC dan juga dunia secara global, khususnya untuk mengurangi gas rumah kaca, penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan. Pengembangan energi terbarukan bukanlah  hal mudah, tantangan yang akan dihadapi ke depan dalam pemanfaatan energi terbarukan adalah subsidi terhadap energi fosil, kurangnya pemberian insentif terhadap pengembangan energi terbarukan, belum maksimalnya teknologi energi terbarukan, permasalahan investasi di sektor energi terbarukan, dan terbatasnya sumber daya manusia. Untuk menghadapi tantangan ini, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM telah menetapkan berbagai peraturan, seperti aturan mengenai mengenai harga jual, kebijakan insentif fiskal/non-fiskal dan mandatori pemanfaatan EBTKE. Diharapkan dengan diselenggarakan APCRES dapat menghasilkan suatu hasil yang berguna bagi pembangunan ekonomi secara global khususnya bagi APEC Member Economies.

    APCRES diisi dua kegiatan utama, yaitu pertemuan pejabat senior bidang energi pada tanggal 30 September 2013 dan konferensi tentang energi bersih, energi baru terbarukan dan knservasi energi yang dilaksanakan dengan Plenary Session dan Paralel Session pada tanggal 1 – 2 Oktober 2013. Perkiraan Peserta yang akan hadir, Pembicara 71 Peserta yang berasal dari anggota APEC dan pembicara undangan dari organisasi multilateral; Moderator 18 Peserta; Pemerintah daerah 85 Orang; Panitia 60 Peserta, APEC Economies 63 Peserta; EWG Secretariat 20 Peserta, Stakeholders 130 Peserta, EBTKE 20 Peserta (diluar Panitia); Independen 29 Peserta, Kadin 20 Peserta, dengan total seluruhnya 550 Peserta. (Irvan)








Page 1 of 12
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »