Thursday, 17 May 2012

Last update03:27:01 AM GMT

You are here:: Publikasi Press Release Menteri ESDM Buka Kerjasama Sektor EBT Dengan Finlandia

Menteri ESDM Buka Kerjasama Sektor EBT Dengan Finlandia

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 
Addthis


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
NOMOR: 05/HUMAS KESDM/2012
Tanggal: 24 Januari 2012

MENTERI ESDM BUKA KERJA SAMA SEKTOR
ENERGI BARU TERBARUKAN (EBT) DENGAN FINLANDIA


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menerima Minister For European Affairs And Foreign Trade Finlandia Alexander Stubb, pada hari, Selasa (24/01). Pertemuan ini merupakan kunjungan bersama dua negara yaitu Finlandia dan Estonia, dengan agenda yang dibicarakan antara lain: Courtesy call dan Kerja sama Bilateral. Untuk Kerja sama Bilateral membahas mengenai potensi-potensi kerja sama terutama di sektor energi terbarukan dan perkembangan kerja sama dalam lingkup Energy and Environment Partnership Programme (EEP).

Dalam meningkatkan jaminan ketersediaan energi, terus dilakukan peningkatan upaya diversifikasi dan konservasi energi, dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Sesuai Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006, ditargetkan share sumber EBT adalah sebesar 17% dari energi mix pada tahun 2025. Saat ini, penyediaan energi primer untuk produksi listrik dari EBT meningkat dari 37,9 ribu SBM sebelum 2009 menjadi 41,2 ribu SBM pada tahun 2010.

Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi berbagai tantangan dalam penerapan EBT, antara lain dengan terus meningkatkan program-program yang bersifat kepioniran yang didanai APBN untuk memberikan keyakinan kepada dunia usaha. Pemerintah juga terus menciptakan berbagai insentif dan kemudahan yang dibutuhan dalam pengembangan EBT.

Salah satu program kerja sama sektor energi Indonesia dan Finlandia adalah terbentuknya EEP Indonesia yang diprakarsai oleh Kementerian Luar Negeri Finlandia sebagai bentuk komitmen dalam usaha mitigasi pemanasan global. Prakarsa tersebut disambut baik oleh Indonesia mengingat Indonesia sendiri mempunyai komitmen untuk menurunkan gas rumah kaca sebesar 26% (usaha sendiri), 41 % (bantuan lnternasional) pada tahun 2020.

Pada kerja sama tersebut, Pemerintah Finlandia memberikan dana hibah sebesar 4 juta Euro untuk membiayai implementasi proyek-proyek energi terbarukan di Riau dan Kalimantan Tengah. EEP Indonesia mengakomodasi kegiatan dalam tahap pengembangan (belum sepenuhnya implementasi), sehingga partisipasi aktif dari Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, swasta, LSM terakomodasi.

Kepala Biro Hukum dan Humas



Susyanto


Add comment


Security code
Refresh

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2547
mod_vvisit_counterYesterday1900
mod_vvisit_counterThis week9855
mod_vvisit_counterLast week11964
mod_vvisit_counterThis month31031
mod_vvisit_counterLast month56685
mod_vvisit_counterAll days1751690

Tahukah Anda

Lahirnya Ditjen EBTKE Langkah Penting Bangsa
JAKARTA. Lahirnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM merupakan langkah penting bagi bangsa dalam upaya percepatan pengembangan energi baru, terbarukan dan konservasi energi di Indonesia. 

“Peristiwa hari ini adalah peristiwa yang menandai langkah penting bagi Indonesia, langkah penting bagi sektor ESDM. Energi ke depan adalah energi yang baru dan terbarukan, tapi sejak sekarang kita bisa memulainya dengan ..selengkapnya